Thursday, November 19, 2009

Jeda

365 x tiga x 24 jam x 60 menit x 60 detik… (since 141006)

Males ngitungnya juga…?!

Yah, males juga untuk merenungi apa yang terjadi akhir2 ini. sekian banyak _ratusan, ribuan, bahkan jutaan detik_ tak menjadi sesuatu yang lebih berharga, nampaklan semua begitu saja menjelma menjadi jeda. Sebenarnya ini telah masuk dalam prediksi probabilitas dalam perbandingan yang sangat kecil, hingga sedikit terabaikan. Unexpected! Ratio kecil tetapi merajai, lalu menjelma ibarat tirani minoritas yang berkuasa...

Ms ijul says “sedih nggak neng…?”, what???sedih???
Waduw, amnesia parsial akut melanda, spontan terlontar “sedih???aduh, lupa eumm sedih teh makhluk kayak gmn?!?!?!sedih itu apa y…?!?! biasa aja tuh…”, psikokog yang satu ini lalu melontarkan lagi kata “kamu mau mengingkari kodrat sebagai manusia? Menyedihkan kamu y…”, hahay… masalahnya bukan pada mengingkari atau tidak, tapi emang udah benar2 tak ada yang bisa dirasakan lagi…

Sedih, senang, air mata, sakit, bahagia, perih, semua itu bisa dinikmati. Coba aja! Petuah itu selalu terlontar dari mulut Ms. Ijul… kata-kata itu baru dapat dimaknai pada suatu ketika dimana makna tak mampu memaknai lagi emosi _hati, rasa_

Artinya tak ada yang salah selama organ tubuh masih berfungsi dengan baik, namun menjadi masalah besar ketika resistensi terlalu tinggi. Resistensi yang terbentuk dari liku hidup.

Ehmm…
Namun ternyata jelmaanya menjadi hanya.

Pada hakikatnya jeda itu pasti akan selalu berlanjut, namun keberlanjutan tak menjamin apa-apa, karna bisa saja ia di seret oleh kehidupan untuk melanjutkan hidup? (artinya, hakikatnya stagnan), atau bisa jadi kejenuhan yang terlalu hingga membuyarkan jeda dan akhirnya mampu berlanjut? Atau memang telah ada kesadaran penuh?

Nampaknya, celah-celah kemungkinan semakin sempit. Baiklah, hingga jeda ini usai, maka usai pula kematian rasio, hingga jeda ini usai, usai pula arti, hingga jeda ini usay, usai pula lara. Karna kepingan kata selanjutnya akan berbicara tentang nalar, nalar logis rasional, nalar yang pernah terkubur. Ya, terkubur untuk satu waktu _tak lebih_ namun kekacauan yang ditimbulkan tak akan dapat di ampuni, kekacauan yang ditimbulkan mencuat terus layaknya bencana besar yang terus berkesinambungan.

_Selamat datang nalar_

8 comments:

  1. wah kalo itung2an gn aku lemot gan.mumet hehe

    ReplyDelete
  2. wah kalo berhitung aku lemot gan hehe apalagi bilangannya besar mending diawur ae gan

    ReplyDelete
  3. tak ada yang abadi di dunia, karena sebisa mungkin kita melakukan perbuatan yang pantas untuk dikenang karena kebaikannya.

    ReplyDelete
  4. Males ngitungnya gan

    ReplyDelete
  5. Wah ane belum punya kalkulator mas hehehe, Sami mawon mas, ane juga belum pernah ketemu setan heheheh

    ReplyDelete
  6. waduh pusing sob aku baca postingan mu, kagak ngertiku.. dongdong emang.. he..

    ReplyDelete
  7. hehe..kayak judul tulisanku mas..jeda, tp isinya beda kok..xixi. ehem..tiap manusia pst jg butuh jeda sejenak, tp jgn keterusan...n g bs dikalkulasi lo..emangnya matematika..weleh2..nice post mas..!

    ReplyDelete
  8. semangat shob, jangan malas... nantinya keleles.......

    ReplyDelete

Silahkan komentari Postingan ini, semoga bermanfaat buat sobat Blogger